Jumat, 03 September 2010

Boxer Spongebob

Prolog :: sebenernya jenk ga bgtu ngerti ttg dunia cowok *saya khan feminim banget orangnya. Maennya, tontonannya, bahasanya ato apapun yang berkaitan ttg cowok. Di sini jenk cm nulis apa yang kepikiran ma jenk aja dan mungkin sedikit tentang yang jenk harepin dari cowok *hehe. Maaf kalo ada kekurangan atau kelebayan dalam penulisan. Selamat membaca^^


Hari-hariku selalu di dampingi motor bebek vega R berwarna orange, yang aku beri nama Vegasus *maksa. Kemanapun aku pergi, motor itulah yang menemani. Seperti legendaVegasusku masih perawan, belum pernah aku membonceng makhluk indah bernama wanita dengan motor itu. Terakhir aku mempunyai pacar adalah ketika SMP dan tentu saja saat itu vegasus belum di lahirkan di pabriknya. Satu hal yang lucu mengenai vegasus yang sudah berumur lima tahun itu, jika dia mulai ngadat, dengan gasnya yang tiba-tiba hilang, aku cukup membuka tangki bensin dan meniupnya, dan whooila .. vegasuspun sudah siap untuk mengarungi jalanan bandung dengan gagahnya motor bebek.

Hari inipun di siang hari yang cerah dan panas, aku mengendarai vegasus menuju kampusku tercinta -walaupun ga cinta cinta amat-. Tujuanku kesana adalah hanya untuk bermain futsal bersama the puppies, karena jadwal kuliahku seharusnya adalah tadi pagi dan tadi pagi itu aku masih belum beranjak dari dunia mimpi. Intinya adalah aku membolos kuliah tadi pagi dan memaksakan diri untuk bermain futsal dengan para anak-anak anjing ini *the puppies.

"Kemane aja lu, bro? Jam segini baru dateng. Bolos kuliah ya lo?" sapa Dira saat melihatku baru masuk gedung futsal.
Ah, ternyata anak-anak anjing ini sudah berkumpul semua di tambah koko personil tambahan yang memang sering mengikuti kegiatan kami.
"Biasalah, tadi pagi gue kebablasan mimpi" jawabku sejujurnya.
"Mimpi apa lo? Hayooo .. mimpi jorok ya??" tuduh Bejo seenak jidatnya.
"Emang elo. Gue kan ga demen yang begituan" kataku sambil melempar bola ke arahnya.
"Yah, siapa tau aja. Gue khan baru beli DVD baru kemaren, asia, brow!" lanjutnya lagi yang membuat semua pria -kecuali Indra dan Dira-langsung membentuk lingkaran diskusi untuk memutuskan akan menonton dimana. Ketika mereka melihatku masuk lingkaran, langsung saja aku dihujani hujatan. "Katanya ga demen" kata mereka serempak.

Tentu saja DVD yang dimaksud bukan sekedar DVD film biasa. Setelah menjalani diskusi yang cukup alot, akhirnya mereka setuju akan menontonnya di kosan Tian. Dikarenakan ibu kos yang "baik hati", tidak pernah mengecek tontonan anak-anak kosnya yang sedang dalam masa paling ababil dalam hidupnya. Karena perkataanku yang sok suci tadi, aku dihukum untuk tidak menontonnya.

Aku melirik Indra dan Dira yang sedang asik memperdebatkan mengenai rumput apa yang digunakan di lapangan ini. Rumput asli atau rumput sintesis atau rumput gajah atau malah rumput semut. Ah, mungkin ini memang sudah waktunya bagiku untuk bertobat dan siap-siap bergabung dengan Indra dan Dira untuk memperdebatkan rumput dan kemudian menghitung jumlah rumput.

"Mario! Ada temen lo nih!" Panggil Indra yang memang ada di pintu masuk dan menemukan seorang cewek berdiri sendiri di situ.

"Ah, manis juga" pikirku dan segera berkonsentrasi pada permainan futsal lagi. Setengah berharap gadis manis itu akan melirikku saat menendang bola. Saat dimana aku (merasa) keren setengah mati.

Yeah, dia melirikku. Tepat pada saat itu Bejo menendang bola dan berhasil mendarat tepat di jidatku.
"Kalem, dik. Jangan memperburuk keadaan dengan bales nendang muka si Bejo dengan tendangan kaki kiri. Stay cool." Ku tegakkan bahuku sambil berkata "Lain kali hati-hati donk ah". Kulirik kembali gadis manis itu, dia tertawa kecil. "YESSSSS"

Tak berapa lama kemudian gadis itu pergi dan Mario menghampiriku. "Dik?" panggil Mario.
"Cewek tadi nanyain gue?" tanyaku dengan tingkat PD yang berlebih.
"Yupz"
"Nanya apaan?"
"Katanya, temen kamu luchu ya? boxernya aja Spongebob"

-_-a