Jumat, 20 Agustus 2010

Aku dan Hidupku yg konyol

Konyol. Begitulah pandanganku dan orang- orang di sekitarku terhadap hidupku yang terbilang ajaib. Sebagai Pria berumur 20 tahun dan berprofesi sebagai mahasiswa, hidupku di penuhi dengan tawa atau mungkin banyak hal yang bisa di tertawakan dalam hidupku.

Jam di dinding kamarku menunjuk angka 7. "Masih ada waktu untuk bersantai sebentar sebelum menghadapi UAS" pikirku, karena ujian hari ini di mulai pukul pagi. Akupun mematut-matut diri di cermin. Memperhatikan otot-otot lenganku yang belum juga tumbuh seperti yang di harapkan. Begitu juga nasib perutku yg buncit dan tak kunjung menjadi 'six pack'. Padahal aku sudah mengorbankan sebagian uang bulanan, untuk menjadi member di salah satu tempat fitnes di Bandung.

"Dikaaaaaaaaaaaaaa!!??" teriak mama dari dapur.

"Apa sih mah, pake teriak-teriak segala?" tanyaku sedikit kesal.

"Udah jam berapa ini???"

"Masih jam 7 juga." kataku, lalu terdengar suara langkah mamah yang mendekati kamarku.

"Jam 7 dari mana?? Liat inih!"teriak mamah sambil menunjukkan jam dinding yang mamah bawa dari ruang keluarga.

Aku terdiam sebentar karena jam yang di bawa mama sudah menunjukkan angka 9. Lalu, aku melirik jam di dinding kamarku. "Glek". Jam itu sudah tidak bernyawa, jarum-jarumnya sudah tidak bergerak.

"Hehe" aku hanya bisa menyengir lebar melihat air muka mamah yang memerah karena marah.

Langsung aja, aku mengambil langkah seribu agar dapat kabur dari mamah yang sudah siap dengan sapu lidinya.

Akhirnya ujian terakhir hari ini -yang aku pikir akan mudah, tapi kenyataannya jauh dari mudah dan aku hanya dapat bergantung dari jawaban hasil 'tebak-tebakanku'- selesei. Fiuh. Saatnya bertemu makhluk-makhluk ajaibku di kantin gedung tempat kami semua berkuliah. "Pasti akan heboh, pertama kalinya kami bertemu setelah UAS yang melelahkan"

Saat aku tiba di kantin, ke-8 makhluk itu sudah berkumpul di meja biasa. Mari kawan, aku perkenalkan makhluk-makhluk ajaib itu satu persatu.

Makhluk yang menjinjing biola dan memakai baju berwarna hitam itu adalah Mario. Biola yang di jinjingnya bernama Maria. Aku pikir, Maria adalah cinta sejati Mario. Mereka tidak pernah terpisahkan sejak pertama kali bertemu, bahkan saat kami kempingpun, Mario tidak pernah melepaskan Maria. Pria romantis dan pandai berkata-kata manis itu mempunyai sifat yang cukup melankolis. Hal itu dapat di lihat dari lagu yang sering di mainkannya bersama Maria, "My memories" lagu mendayu-dayu, dan jika kau mendengarkannya kawan, hatimu seperti terbelah.
Banyak yang salah mengenai Mario, mahasiswa seni musik satu ini memang terlihat g gaul dan kuper bagi orang yang tidak terlalu mengenalnya. Tapi, sebenarnya dia adalah orang asyik dan pandai yang terobsesi untuk menaikkan berat badannya.

Pria di sebelahnya adalah Indra. Seorang pria kalem, penuh kharisma, alim dan baik hati. Siapapun yang menjadi istrinya adalah wanita yang beruntung. Tunggu dulu, di balik itu semua, dia adalah makhluk yang ajaib juga. Walaupun dia termasuk alim, namun mempunyai impian konyol untuk memperistri yoona 'girl generation'. Selain itu banyak tingkah anehnya yang menjadikan sebagai makhluk ajaib.

Lalu, pria yang memakai baju hijau dan sedang serius membaca itu bernama Muhammad Yusuf, namun karena kelakuannya dia mendapat julukan "BEJO" (beungeut jorang atau wajah omes). Bagaimana? Dengan dia yang sedang serius membaca buku pelajaran, dia terlihat pintar bukan? Tapi, tahukah kau kawan? Di balik bukunya itu terdapat komik yang bisa membuat Indra geleng-geleng kepala. Di balik buku itu terdapat komik bokep yang baru dia beli kemarin.


*bersambung ah,, capek~ .. :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar